Usia boleh bertambah, tapi semangat hidup tak boleh menyerah. Di balik rutinitas yang tampak tenang, ada musuh yang sering bersembunyi dalam diam: serangan jantung. Ia menyerang tanpa aba-aba, memanfaatkan kelengahan tubuh yang lelah dan pikiran yang abai. Namun kita bukan tanpa senjata — pengetahuan, kebiasaan sehat, dan kesadaran diri adalah perisai terbaik untuk menghadapi pertempuran ini. Saatnya berdiri tegak, mengenal lawan, dan melawan dengan cara yang bijak.
Dalam rangka perang melawan serangan musuh ini, tentunya ada baiknya kita mempelajari filosofi perang itu tersendiri sebelum memulai persiapan menyerang musuh kita. Kenapa kita berperang? Jawaban termudahnya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup. Rasulullah saw mencontohkan bagaimana beliau berperang bukan untuk menyerang, melainkan sebagai upaya membela diri dan menunjukkan bahwa umat Islam bukan umat lemah.
Kita pun sama, kita berperang melawan serangan jantung ini sebagai upaya pembelaan diri dan menunjukkan bahwa diri kita ini bukanlah sosok yang lemah.
Setelah mempelajari filosofi ini, maka kita harus memiliki persiapan perang terlebih dahulu. Tanpa persiapan perang, kita akan dengan mudah dikalahkan oleh musuh yang kita hadapi. Apa saja yang dibutuhkan dalam persiapan perang?
1. Kuasai Medan Perang
Tentunya kita harus menguasai medan perang terlebih dahulu. Jika kita salah memahami medan perang, musuh bisa-bisa akan menertawai kita. Contohnya ketika berperang di padang pasir tetapi pasukan kita malah mengenakan jaket tebal dan selimut atau sebaliknya, medan bersaljut namun pasukan kita malah tidak berbusana tebal dan hanya mengenakan dua helai baju atas bawah.
Intinya adalah kita harus memiliki pengetahuan untuk memahami medan perang yang akan kita lalui. Seperti mengikuti berbagai webinar dan beragam kajian pola hidup sehat. Dengan demikian, kita tidak akan asal buta menyerang masuk ke medan perang.
2. Kecepatan
Simpelnya, semakin cepat bertindak, semakin baik. Dalam berperang, kecepatan adalah faktor yang amat penting. Contohnya ketika menemukan sumur kosong di medan perang, maka pasukan kita harus cepat-cepat menguasainya agar mendapat pasokan air yang cukup dan membuat musuh haus kelelahan.
Begitupun dalam upaya menyerang balik yang kita sedang persiapkan ini. Jika kita semakin menunda masalah kesehatan jantung, maka kondisinya pun akan cepat memburuk. Karena inilah kecepatan amat diperlukan dalam serangan balik kita ini.
3. Logistik dan Sumber Daya
Tentu saja dalam peperangan, pasukan kita harus memilik pasokan logistik dan sumber daya yang cukup. Perang bukanlah hal yang terjadi dengan singkat, bisa berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahu-tahun. Untuk memastikan pasukan kita selalu bersiap untuk menggempur musuh, maka haruslah kita memiliki logistik dan sumber daya yang cukup.
Dalam perihal upaya kita menghadapi serangan jantung ini, maka kita harus memiliki ketersediaan untuk membeli makanan yang sehat dan terapi yang cukup. Disini seringkali muncul tembok yang menyulitkan karena makanan sehat ini sering digambarkan sebagai hal yang mahal.
Jangan pernah merasa hidup sehat itu mahal, nanti beneran dimahalkan oleh Allah swt
Ingat, hidup sehat itu mudah dan murah, yang mahal itu istiqomah dan jannah. Dr. Gustaf menyarankan sebuah do’a: “Makanan sehat pastilah tidak murah, tapi hamba yakin Allah swt. maha kaya. Maka izinkan hamba merasakannya layaknya harga murah”.
Siasat
Siasat atau strategi amat diperlukan dalam berperang. Dengan strategi yang handal, maka kita dapat mengatasi dan mengantisipasi ketidakdugaan dalam kondisi berperang. Strategi untuk melawan serangan jantung ini cukup sederhana, ikutilah hidup ala Rasulullah SAW
Kedisiplinan
Berperang butuh kedisiplinan. Jika pasukan kita tidak disiplin, maka strategi dan persiapan kita pun akan sia-sia karena tidak digunakan dengan optimal. Kedisiplinan ini misalnya adalah dalam mengkonsumsi makanan sehat, olahraga, menjaga emosi, dan istirahat yang teratur dan konsisten.
Konsistensi ini amatlah penting, janganlah dilaksanakan angin-anginan. Daripada sehari langsung olahraga berat dan menyerah, lebih baik mulailah dari jalan-jalan sehat terlebih dahulu. Ingat, olahraga itu tidak dihitung dari seberapa banyak keringat yang keluar, bisa dari kondisi nadi, perubahan warna kulit dan suhu tubuh. Contohnya, bandingkan antara sedekah 3 juta per tiga tahun dan 10 ribu per pekan. Kira-kira, yang mana yang hasilnya lebih besar nantiya? Sekilas 10 ribu itu terlihat seperti nominal yang kecil dibanding 3 juta, namun dengan konsistensi, 10 ribu itu pun dapat memberi manfaat yang lebih besar.
Mengenali Jantung Kita
Dalam usaha kita dalam menguasai medan peperangan, maka kita harus mengenal medan peperangan tersebut, yaitu jantung kita. Jantung kita ini memiliki sahabat dan juga musuh. Mereka adalah:
- Musuh Jantung
- Darah Kental
Dehidrasi dan malas minum adalah salah satu faktor yang menyebabkan darah mengental. Darah yang mengental dapat merusak ginjal sehingga meningkatkan tekanan darah. - Lemak Trans dan Omega 6
Perlu diketahui ada 3 jenis lemak yang diserap oleh tubuh kita, yaitu lemak jenuh, lemak tidak jenuh, dan lemak trans. Diantara ketiga lemak ini, lemak trans adalah satu-satunya yang tidak diperlukan oleh tubuh sehingga sebisa mungkin untuk dihindari
Untuk mengurangi konsumsi lemak trans dan omega 6, maka hindari sebisa mungkin makanan gorengan terlebih yang menggunakan minyak sawit. Minyak sayur juga dianjurkan untuk dihindari karena mengandung banyak omega 6. Dua hal inilah yang sering menjadi penyebab inflamasi pembuluh darah dan pengentalan darah yang dapat menjadi penyebab serangan jantung - Dendam dan Kebencian
Pernahkan kita berpapasan dengan seseorang yang sangat kita tidak sukai? Kemudian kita merasakan rasa sakit atau nyeri di dada tiap kali mata kita menatap orang tersebut. Rasa dendam dan benci inilah yang dapat melemahkan jantung. Maka karena itu, kita sebisa mungkin menghindari emosi negatif yang melemahkan jantung
- Darah Kental
- Sahabat Jantung
- Cukup Air
Jika kita memenuhi kebutuhan air dalam tubuh kita, maka kita dapat menghindari dehidrasi dan mengurangi resiko pengentalan darah. Maka karena itu, janganlah sampai kita merasa malas untuk meminum air putih. - Omega 3
Ini adalah yang bisa membantu tubuh kita melawan lemak trans dan omega 6. Nutrisi ini ada banyak terdapat pada makanan laut apalagi minyak ikan. Minyak ikan sendiri sekarang sudah banyak menjadi suplemen makanan yang mudah diakses dan dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan omega 3 kita. - Kebahagiaan
Bahagia itu mudah. Bahagia itu kita sendiri yang menciptakan, tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Makan bersama keluarga, bertemu sanak saudara, atau bahkan menikmati segarnya pagi sudah bisa membuat kita bahagia selama kita berniat untuk bahagia. Dengan kebahagiaan, kita dapat menyehatkan kesehatan jantung kita.
- Cukup Air
Penyebab Lemahnya Benteng Pertahanan
Benteng pertahanan adalah faktor penting dalam peperangan. Jika benteng kita lemah, maka musuh dapat mudah menembus pasukan kita dan kita pun dikalahkan. Penyebab lemahnya benteng pertahanan ini disebabkan oleh mereka yang dinamakan dengan “Komplotan Inflamafia”.
Komplotan ini terdiri dari rokok, gorengan, junk food, dan gula rafinasi (gula buatan, gula pasir). Kata kuncinya adalah inflamasi alias peradangan. Komplotan inilah yang menyebabkan inflamasi yang menbuat pembuluh darah bengkak-bengkak sehingga aliran darah pun tersumbat.
Disebut mafia, karena komplotan inilah yang menyudutkan lemak dan kolesterol sebagai penyebab utama sakit jantung dan stroke padahal keduanya ini dibutuhkan oleh tubuh. Seperti yang disebutkan sebelumnya, hanya lemak trans lemak yang benar-benar tidak diperlukan tubuh. Itulah kenapa mereka disebut dengan Komplotan Inflamafia.
Cara Melawan Saat Diserang
Jika ternyata kita atau orang sekitar kita terkena serangan jantung, maka akan lebih baik jika kita memahami gejala serangan jantung. Dengan memahami gejalanya, Insha Allah akan meningkatkan peluang untuk selamat dari serangan.
Gejala serangan jantung diurutkan dari paling umum:
- Nyeri dada tengah seperti ditimpa beban berat
- Sesak Napas
- Nyeri Uluhati
- Nyeri Punggung
- Pingsan
Pertolongan Pertama pada Serangan Jantung:
- Oksigenasi
Ketika seseorang terkena serangan jantung, ia akan membutuhkan oksigen sebanyak mungkin. Oleh karena itu, hal yg pertama kali harus dilakukan adalah memberinya ruang untuk bernafas dan jangan berkerumun. Kemudian, buka kancing baju dan penutup kepalanya misalnya helm, agar memudahkan pasien untuk mengambil nafas - Immobilisasi
Orang yang terkena serangan jantung tidak boleh bergerak. Karena itu, janganlah diajak berjalan, mengeden, bahkan berbicara pun tidak boleh. Pasien harus dalam keadaan bed rest yaitu keadaan dimana gerakan fisik dibatasi dan sebagian besar waktu dihabiskan dalam posisi berbaring. Untuk lebih meminimalisir gerakan berlebihan, pasien dan juga penolong jangan sampai panik dan tetap tenang. - Transportasi
Yang paling penting, setelah melakukan pertolongan pertama tersebut, penolong harus sudah menelpon ambulan untuk dilarikan ke UGD. Batas waktu maksimalnya adalah 30 menit sehingga lebih cepat bersegera dan menelpon ambulans, tentunya lebih baik.
Saatnya Menyerang Balik
Setelah menanggapi dan bersiap dari serangan, datanglah saat untuk menyerang balik. Dalam melancarkan serangan balik, ada strategi khusus yang dibutuhkan. Diantaranya adalah:
- Makan makanan halalan thoyyiban dan hindari komplotan inflamafia
- Hidup Mindfulness, selalu sempatkan bahagia dan hindari kebencian
- Olahraga secara bertahap, waspada bagi yang terkena serangan, jangan sampai langsung olahraga berat, bertahap itu cukup
- Istirahat berkualitas terutama Qoylulah. Qoylulah adalah tidur siang sunnah ala Rasulullah, yaitu setengah jam sebelum dzuhur. Setelah dzuhur boleh dilanjutkan dan untuk makan siang sebaiknya dilakukan setelah tidur, bukan sebelum
Tambahan Suplai Senjata
Mari membahas tentang susu. Ada praduga bahwa susu sapi dapat menyebabkan serangan jantung. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Secara pasaran, ada dua jenis susu yang dapat kita beli yaitu susu murni dan susu olahan.
Susu murni ini mengandung gugus gula tunggal (galaktosa) dan kandungan kalsium dengan jumlah yang cukup. Sedangkan susu olahan, mengandung gugus gula lebih banyak dari susu murni yaitu laktosa (galaktosa+glukosa) dan kandungan kalsium di dalamnya telah mengalami proses penambahan. Susu olahan ini yang dapat menyebabkan serangan gejala jantung karena kalsium yang berlebihan menyebabkan darah mengental dan seperti yang dipelajari sebelumya, pengentalan darah menyebabkan tekanan darah naik.
Untuk mengurangi penumpukkan kalsium, disarankan untuk beraktivitas setelah minum susu agar kalsium berpindah ke otot dan tulang. Berpindahan ini dibantu oleh vitamin D yang cukup. Vitamin D ini sebenernya dihasilkan dari kolesterol yang terkena sinar ultraviolet yang cukup jadi tidak ada yang namanya “kolesterol jahat”. Agar kolesterol ini berubah menjadi vitamin D, berjemurlah di pagi hari dan sore hari.
Dan terakhir yang terpenting adalah selalu ingat Allah swt. terlebih dahulu ketika sakit. Mindset do’a yang dipanjatkan bisa dilihat dari contoh Do’a Nabi Ayyub as dalam Al-Anbiya (21) ayat 83:
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْ
(Ingatlah) Ayyub ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku,) sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” Al-Anbiyā’ [21]:83
Perhatikan, dalam do’a yang dipanjatkan Nabi Ayyub as. Beliau sama sekali tidak meminta untuk disembuhkan padahal ia seorang Nabi. Ia hanya mengabarkan kondisinya dan kemudian menyatakan pujian. Ini merupakan sebuah “rayuan” seperti halnya seorang anak yang memuji ayah atau ibunya sebelum meminta uang jajan. Sebuah cara untuk meluluhkan sosok yang kita mintai, tanpa harus mengutarakan permintaan kita yang sebenarnya.
Sampailah kita pada akhir dari upaya perang untuk menjaga diri kita ini. Semoga tulisan yang dipersembahkan ini dapat memberi manfaat untuk kita semua atas izin Allah swt.
Penutup: Menang dengan Iman dan Kesadaran
Pada akhirnya, perjuangan ini bukan semata-mata tentang melawan serangan jantung, tetapi tentang menata ulang cara kita menghargai hidup. Kita telah belajar mengenali musuh, memperkuat pertahanan, menyiapkan strategi, dan menyerang balik dengan kebiasaan baik. Namun semua ikhtiar ini akan sempurna bila dibingkai dengan iman dan ketundukan kepada Allah SWT.