Tidak ada pengumuman besar. Tidak ada siaran pers. Setiap hari, di sudut-sudut kota yang berbeda — Purwokerto, Solo, Pemalang, Garut, Tangerang — seseorang dari tim EventKita keluar sebentar, melakukan sesuatu yang sederhana, lalu kembali bekerja.
Tapi sesuatu yang sederhana itu ternyata menjadi salah satu hal yang paling diingat.
Namanya Caring Day
Bentuknya tidak rumit. Kadang sebungkus nasi. Kadang sembako. Kadang apa pun yang memang dibutuhkan orang-orang di sekitar — yang hari itu memang sedang butuh.
Yang membuat ini berbeda bukan jenis pemberiannya. Tapi frekuensinya: setiap hari. Dan yang melakukannya bukan satu kantor pusat, tapi tim EventKita yang tersebar — masing-masing dari kotanya sendiri, dengan caranya sendiri.
Tidak ada yang menunggu perintah dari atas. Tidak ada yang menunggu momen khusus. Mereka hanya pergi, memberi, dan kembali.

Kenapa Terus Dilakukan?
Ini pertanyaan yang wajar — terutama kalau kamu melihat bahwa ini dilakukan setiap hari, tanpa libur, di lima kota berbeda.
Jawabannya tidak sesederhana “karena kami peduli” atau “karena itu program perusahaan.” Jawabannya lebih jujur dari itu.
“Anak-anak EventKita selalu senang dan terharu dapat doa baik dari orang-orang di luar sana yang lagi butuh.”
Itu yang sering didengar setelah sesi berbagi selesai. Bukan laporan metrik. Bukan dokumentasi untuk proposal berikutnya. Tapi perasaan yang datang ketika kamu memberikan sesuatu kepada seseorang yang benar-benar membutuhkannya — dan mereka mendoakanmu dengan tulus.
Doa dari orang yang sedang susah itu terasa berbeda. Dan rupanya, perasaan itulah yang membuat kebiasaan ini tidak berhenti.
Dari Kota ke Kota
EventKita bukan perusahaan yang terpusat di satu gedung. Timnya tersebar — dan Caring Day mencerminkan itu dengan cara yang paling alami.
Di Purwokerto ada yang bergerak. Di Solo ada yang bergerak. Di Pemalang, Garut, Tangerang — masing-masing jalan sendiri, tapi semuanya menuju arah yang sama. Tidak ada koordinasi rumit. Tidak ada jadwal terpusat yang harus diikuti satu per satu.
Ini bukan soal skala. Ini soal konsistensi — dan kepercayaan bahwa hal kecil yang dilakukan setiap hari jauh lebih bermakna dari satu aksi besar yang hanya terjadi setahun sekali.

Lebih dari Sekadar Program
Caring Day tidak lahir dari rapat strategis tentang tanggung jawab sosial. Ia tumbuh dari keyakinan yang lebih sederhana: bahwa dampak dari apa yang kami lakukan seharusnya tidak berhenti di panggung acara saja.
EventKita bekerja untuk membuat momen-momen bermakna terjadi — untuk klien, untuk peserta, untuk pengantin, untuk siapa pun yang mempercayakan acaranya kepada kami. Dan keyakinan yang sama itu seharusnya juga terasa di komunitas yang ada di sekitar kami sehari-hari.
Bukan karena ada kamera yang merekam. Tapi karena memang begitu seharusnya.