28 Orang, Satu Tantangan: Apa yang Terjadi Saat Tim EventKita Berlomba Pakai AI

28 Partner. Berbagai divisi. Satu hari penuh demo. Dan hasilnya membuktikan satu hal yang selama ini hanya kami yakini: dengan AI yang tepat, satu orang bisa bekerja setara satu tim.

Kalau kamu pernah berpikir bahwa AI hanya urusan tim IT atau orang-orang yang paham coding, apa yang terjadi di kantor EventKita pada 17 Juni 2026 mungkin akan mengubah pikiran itu.

Hari itu, 28 Partner dari berbagai divisi berkumpul dengan satu misi: tunjukkan bagaimana kamu pakai AI untuk membuat pekerjaan nyata jadi lebih cepat, lebih ringan, atau lebih berdampak. Bukan presentasi teori. Bukan slide panjang. Demo langsung, di depan juri, dengan karya buatan sendiri.

Dari Mana Ide Ini Lahir

Di balik sayembara ini ada satu keyakinan yang sedang kami uji: dengan AI yang tepat, satu orang mampu bekerja setara satu tim.

Bukan slogan. Kami ingin membuktikannya — dan cara terbaik untuk membuktikannya adalah meminta seluruh tim mencobanya sendiri, lalu menunjukkan hasilnya. Tema lombanya sederhana: Memaksimalkan AI untuk Pekerjaan. Peserta bebas mengerjakan apa pun — selama karyanya nyata, bisa diperagakan, dan bisa dijelaskan dampaknya.

Yang Muncul di Luar Ekspektasi

Kalau panitia punya ekspektasi, kemungkinan besar sudah dilampaui.

Dari divisi Customer Care, muncul otomatisasi yang membalas pesan pelanggan secara otomatis dan cepat — plus sistem reminder kelas yang tidak lagi butuh input manual. Dari tim CRM, lahir sistem yang secara otomatis membuatkan flyer dan caption untuk momen ulang tahun pelanggan, bahkan untuk pesan belasungkawa — keduanya langsung siap kirim.

Tim Content datang dengan solusi yang mengotomatisasi jadwal posting 30 hari, mempercepat pembuatan flyer, dan menghasilkan laporan iklan secara otomatis. Dan ada yang membawa lebih jauh — membangun website dashboard lengkap sepenuhnya dengan bantuan AI.

Semuanya nyata. Semuanya sudah jalan. Semuanya dibuat oleh orang-orang yang sehari-harinya bukan berlatar belakang teknis.

Dua Karya yang Berdiri di Atas yang Lain

Dari 28 karya yang masuk penilaian, dua nama akhirnya berdiri paling atas.

Juara 1 diraih oleh Project Leader Titik Balik dengan karya yang paling ambisius: otomatisasi campaign marketing dari TOR (dokumen brief program) hingga iklan yang berjalan di Meta Ads — semua dalam satu alur yang terhubung, dijalankan dengan AI. Dalam konteks kerja EventKita, ini bukan sekadar efisiensi. Ini mengubah cara kampanye dirancang dan dieksekusi dari awal.

Juara 2 datang dari Project Leader Meaningful Ways dengan solusi yang berbeda sudut pandangnya: sebuah AI agent berbasis Telegram yang bisa menjadi asisten pribadi — siap membantu hampir semua hal, dari cari informasi, bantu tulis teks, sampai koordinasi kerja ringan, semua cukup lewat chat.

Lebih dari Sekadar Lomba

Passing grade lomba ini ditetapkan di angka 65 dari 100. Artinya, bukan soal menang atau kalah — ada standar kelayakan yang harus dicapai lebih dulu. Dan melihat karya-karya yang masuk, standar itu bukan hanya dicapai. Sebagian besar melampauinya.

Yang lebih penting dari hasilnya adalah apa yang terjadi di ruangan itu: 28 orang dari berbagai divisi yang mungkin tidak pernah menganggap dirinya “orang teknologi,” ternyata sudah jauh lebih siap menghadapi perubahan ini dari yang mereka kira.

Sayembara ini bukan acara tahunan yang sekadar mengisi kalender. Ini adalah cara EventKita membangun budaya — bahwa inovasi bukan milik satu departemen, dan AI bukan sesuatu yang kamu tunggu orang lain pelajari dulu.

Artikel Terkait